Advertisements
ElangJalanan.NET

Pembenaran kebiasaan melipat kaca spion di motor fairing? Bisa jadi karena…

melipat kaca spion di motor fairing

Assalamualaikum sobat biker, hingga saat ini trend yang satu ini masih menjadi pro dan kontra di kalangan biker. Elang sebelumnya juga ikut mengintip salah satu diskusi di grup FB yang didalamnya ternyata banyak bahkan mayoritas yang pro dan berupaya mencari pembenaran dari alasan melipat kaca spion di motor fairing saat berkendara, lalu bagaimana pendapat Elang tentang ini?

Sebagai blogger sekaligus biker penggiat keselamatan berkendara, Elang merasa perlu beropini dan memberi pandangan terhadap fenomena yang boleh Elang anggap sebagai tindakan yang menyalahi kaidah aman dalam berkendara.

Mari kita berangkat dari fungsi kaca spion dibuat oleh pabrikan untuk apa, mungkin sobat pembaca sudah sama-sama memahami. Spion diciptakan untuk membantu pengendara dapat melihat arus kendaraan lain di belakang. Salah satu prosedur aman berkendara adalah cek kaca spion sebelum bermanuver pindah lajur atau berbelok.


Melipat kaca spion khususnya di motor fairing itu sama aja meniadakan fungsi kaca spion. Desain kaca spion khususnya di motor fairing kenapa bisa dilipat tentu ada maksudnya tersendiri oleh pabrikan. Salah satunya untuk mempermudah parkir dan pengangkutan distribusi di truk-truk ekspedisi, cmiiw.

Lalu bagaimana pandangan Elang untuk para biker yang sering melakukan kebiasaan ini?

Semua berawal karena ikut-ikutan karena dianggap keren lalu menjadi kebiasaan dan kebentuk di mindset menjadi pembenaran

Salah satu alasan konyol dari sebagian mereka yang pro melakukan pembenaran adalah agar lebih aerodinamis, hm..mau kebut-kebutan ya?

Kalau mau kasih jawaban yang agak nyeletuk, spion dilipet (khususnya motor fairing) bisa jadi karena skill yang masih kurang, belum pede selap-selip di kemacetan layaknya selincah motor naked, makanya spion dilipet, padahal dalam kaidah keselamatan berkendara, manuver kita di jalanan sempit itu tolak ukur amannya adalah dari lebar spion, kalau mentok berarti space tidak cukup, jangan dipaksa.

Pilih mana spion yang kesenggol apa setang yang nyenggol pengendara lain lalu nyungsep?

Walau dalam kondisi macet gimanapun misalkan saat malam tahun baru atau mudik Lebaran, tidak melipat spion tetap pilihan yang paling aman, kenapa?

Di kelas defensive riding sering didemokan pada track yang sempit, lebar spion menjadi indikator batas terluar kendaraan, ketika kaca spion tersenggol kendaraan lain imbasnya hanya ketekuk atau pahit-pahitnya kaca spion pecah dan tidak berpengaruh ke handling motor. Tapi jika spion ditekuk yang menjadi batas terluar berganti menjadi setang motor.

Pilih mana spion yang kesenggol atau setang yang kesenggol body mobil/truk lain? Akibatnya bisa beda.

melipat kaca spion di motor fairing

nah ini melipat kaca spion pada tempatnya – Kang Eno

Lalu bagaimana solusi biker yang baru punya motor sport fairing dan kurang pede melibas kemacetan kota dengan posisi kaca spion terbuka lebar? Solusinya adalah tambah skill teknik berkendaranya dulu, entah ikut komunitas penggiat safety riding atau minta belajar ke teman yang punya skill untuk itu.

Skill naik motor tidak diukur dari seberapa kencang melaju di trek lurus atau speed cornering, tapi justru diuji saat menjaga keseimbangan bermanuver ketika melaju sepelan mungkin.

Jago naik motor adalah saat sobat biker selalu bisa selamat ketempat tujuan tanpa membahayakan pengendara lain di jalanan.

Semoga bermanfaat.

Baca juga..

 


Silahkan bersilaturahim dengan saya melalui channel media lainnya:
Hosting Supported by: Serverumat.Com
Web Blog : http://elangjalanan.net
Other Blog : http://elang.otojurnalisme.com
Email : staffti[at]gmail.com
Facebook : https://www.facebook.com/elangjalanannet/
Twitter : @yahmawan
Instagram: @endrikelang
Subscribe Youtube:
Defensive Rider

Advertisements

7 comments

  • Ini artikelnya ada (lagi) karena sejalan dengan tema yang di ulas sama blog 7*deka yah mas Elang ? btw … saya baca pendapat mas Elang di blog itu & saya setuju dengan situ … (disitu nama saya wh*snu A ..bla2). Buat saya pake dengan memakai spion saja ..kadang tetap masih ada “blind spot” dari arah samping belakang … pernah saya kejadian 2 x di salip secara tiba2 dari belakang samping langsung dia muncul ke depan motor saya,. spontan saya kaget & hampir “godek dikit” … wah … darimana ini motor ? padahal di spion ngga ada sama sekali penampakannya … browsing2 ..baru tau saya kalaw ada yang namanya “blind spot” … akhirnya saya beli 2 pasang spion kecil cembung & di pasang di spion standar…& terbukti mujarab … karena begitu ada kendara’an mau nyalip yang di spion standar tidak kelihatan … di spion cembung kecil ini terlihat jelas. … wah .. jadi panjang curcol saya … btw salam brothethood & safety riding mas Elang

  • Sip kang Endrik, mantab opininya smoga mencerahkan yg sering lipet spion… Ehehehe… Lanjutkan penggiatan safety riding nya kang 🌷😌

  • NoName

    Nah ini nih yg selalu di perdebatkan sama bokap saya..
    Saya = team spion buka
    Bokap = tean spion lipet
    Wkwkkwk..

  • mardiantoyudi

    Setuju gan…meskipun pnya saya tak tekuk jg,menyalahin aturan si,😂.gak bisa selip2 kolo lagi macet,jadi sekalian saya copot…klo udah ketilang ya pasrah aja,namanya jga salah,sampe polisinya hafal sama saya n motor saya.

  • Setya6

    Pake proguard om biar makin pede selap selip

  • rein

    yg takut selap selip sambil spion dibuka “dasar payah dasar lemah”
    setuju sama artikel om elang jalanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: