Hampir semua motor 4 tak di Indonesia tidak lagi cocok menenggak Premium!

pertalite

Salam sejutaumat, mas bro sekalian dengan hadirnya bahan bakar terbaru Pertalite, EYD ingin menulis sebuah opini bahwa BBM jenis inilah yang cocok hampir untuk semua motor 4 tak yang beredar di tanah air, dengan catatan motor yang memiliki kompresi di range 9 – 10 banding 1. Nah kira-kira motor apa saja yang disarankan nenggak Pertalite?

Berikut EYD coba buatkan tabel jenis BBM sesuai dengan rasio kompresi motor, lalu dibawah EYD lampirkan daftar beberapa motor yang ada saat ini di tanah air. Melihat tabel ini hampir bisa dikatakan BBM Premium sudah tidak ada tempat di semua line up motor yang rata-rata sudah memiliki spek kompresi tinggi.

Jika mau dipaksakan motor mas bro nenggak Premium, harus siap dengan keluar biaya lebih besar karena kerusakan mesin akibat proses pembakaran yang tidak sempurna di mesin. EYD sudah mengalami sendiri 3 tahun minum Premium terus NJMX jebol gak karuan, kudu rela keluar duit 1 juta buat ganti set piston dan klep yang bengkok 🙁

jenis bbm sesuai rasio kompresi

Yamaha Byson : 9,5:1
Yamaha New V-Ixion : 10,4:1
Yamaha MT-25 : 11,6:1
Yamaha YZF-R25 : 11,6:1
Yamaha YZF-R15 : 10,4:1
Yamaha Scorpio Z : 9,5:1
Yamaha Mio J : 9,3:1
Yamaha Mio GT : 9,3:1
Yamaha X-Ride : 9,3:1
Yamaha Mio M3 125 : 9,5:1
Yamaha Soul GT125 : 9,5:1
Yamaha Fino FI : 9,3:1
Yamaha GT125 : 10,9:1
Yamaha Xeon RC : 10,9:1
Yamaha NMAX : 10,5:1
Yamaha Jupiter MX 135 : 10,9:1
Yamaha Jupiter MX King 150 : 10,4:1

Honda Supra X125 FI : 9,3:1
Honda Supra X125 Helm In : 9,3:1
Honda Revo FI : 9,3:1
Honda Blade 125 FI : 9,3:1
Honda Verza : 9,5:1
Honda New MegaPro FI : 9,5:1
Honda CB150R : 11.0 : 1
Honda CBR150R : 11.0 : 1
Honda CBR250R : 10.7 : 1
Honda BeAT FI eSP : 9,5:1
Honda Scoopy FI eSP : 9,2 : 1
Honda Vario 110 eSP : 9,2 : 1
Honda Vario 125 eSP : 11,0 : 1
Honda Vario 150 eSP : 10,6 : 1
Honda PCX 150 : 10,6 : 1

Kawasaki Ninja 250 : 11,3:1
Kawasaki Z250 : 11,3:1
Kawasaki Ninja RR Mono : 11,3:1
Kawasaki Z250SL : 11,3:1
Kawasaki Ninja 150 (2-tak) : 6,8:1
Kawasaki Estrella : 9.0:1
Kawasaki ER-6n : 10,8:1
Kawasaki Ninja 650 : 10,8:1
Kawasaki Vulcan S : 10,8:1
Kawasaki Versys 650 : 10,8:1
Kawasaki Ninja 1000 : 11,8:1
Kawasaki Ninja ZX-10R : 13,0:1
Kawasaki D-Tracker 250 : 11:1
Kawasaki KLX 250L : 11:1
Kawasaki KLX 150 : 9,5:1
Kawasaki Dtracker 150 : 9,5:1
Kawasaki KSR : 9,5:1
Kawasaki Athlete : 9.8:1
Kawasaki Pulsar 200NS : 11:1

TVS Apache 180 : 9,5:1
TVS Apache 160 : 9,5:1
TVS Neo : 9,35:1

Suzuki Satria F150 : 10,2:1
Suzuki Alexo 125 : 9,5:1
Suzuki Nex : 9,4:1
Suzuki Address : 9.4:1
Suzuki Hayate : 9,6:1
Suzuki Inazuma : 11,5:1
Suzuki Thunder 125 : 9,2:1

POPULER

4 Komentar

  1. Hahaha… teorinya sih gitu, tp kenyataannya di lapangan? Mayoritas msh pada ngasih minum premium ke tunggangannya, walau Vartech yg udah kompresi 11:1, bahkan Ninja 250 lho. Jarang ada yg peduli ama mslh ginian, yg penting motornya gelinding aja. Selisih brp ribu rupiah per-full tank aja sangat berpengaruh lho di segmen bawah. Urusan mesin gimana2 mah ntar2 aja baru pikirin, yg penting skrg motornya msh bisa jalan.
    Jgn kan motor yg hrg belasan juta, mobil CBU aja banyak yg ngisi premium. Pemikirannya begini, mobilnya pake 3-5 thn hbs itu dijual aja biar ntar pemilik berikutnya yg ngerjain PRnya, yg penting skrg bisa hemat biaya operasional sehari2. Lumayan kan utk pemakaian 3-5 thn brp kilometer tuh? Berapa liter premium tuh hbsnya? hehehe…

  2. Motor sy NJMX 135 dg kompresi 10,9:1, kalo dipaksakan pke pertamax plus bisa2 ngurangi jatah kopi m rokok nich…….

  3. motor lokal kelas 110-225 lokal paling banyak dbeli konsumen, smua pabrikan sudah ngesetting engine’y ampe bbm skelas premium skalipun. coz motor djual kdaerah2 d indonesia yg cm ada premium.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*