Di Jalanan, Kok Makin Banyak Biker yang Belum Tersadarkan

Ya, judul ini EYD tulis mengambil pengamatan pandangan mata sehari-hari akhir-akhir ini. Mungkin juga mas bro dapati fenomena yang sama di jalanan setiap berangkat dan pulang kerja. Apa itu?

EYD gak pernah habis pikir apa sih yang ada di kepala para pengguna jalan raya bersama itu (gak pandang pengguna roda dua atau mobil) hampir semuanya relatif sama saja. Begitu nyamannya mereka-mereka ini melanggar segala aturan berlalu lintas yang ada. Yup, nyaman karena terbiasa, terbiasa menjalani pola hidup semraut, cuek dengan aturan halal dan haram, berkah atau tidak, semua jadi bias.

Ambil salah satu pandangan mata yang sering terlihat, banyak biker dengan ‘pede’ menerobos lampu merah, mengambil jalur busway, dan sebagainya prilaku yang sejenis.

Seandainya EYD sebagai Pak Polisi dan bisa memberhentikan mereka di jalan, EYD ingin rasanya menanyakan dari hati yang terdalam kepada pelaku.

EYD: Mau kemana Mas?

Pelaku: Mau berangkat kerja Pak.

EYD: Kenapa menerobos lampu merah Mas?

Pelaku: Maaf Pak, saya buru-buru, takut telat ke kantor?

EYD: Ouw..anda sudah berkeluarga?

Pelaku: Sudah Pak, sudah punya 1 anak masih kecil.

EYD: Begini Mas, anda ini pergi untuk mencari nafkah bagi anak istri anda di rumah. Itu sangat terpuji, tapi sadarkah Mas bahwa anda sudah mengambil hak orang lain dengan menerobos lampu merah itu? Mengambil hak orang lain itu sama juga dengan mas mencuri. Yang berarti juga Mas hari ini mencari nafkahnya dengan jalan yang tidak halal, karena telah mencuri hak orang lain. Lalu apakah berkah penghasilan yang Mas dapatkan hari ini di bawa pulang untuk anak istri? Saya rasa hati nurani Mas yang paling dalam bisa menjawabnya.

Pelaku: Iya Pak, saya minta maaf.

EYD: Silahkan Mas lanjutkan perjalanannya, mohon renungkan kembali pesan-pesan saya tadi.

 

POPULER

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*