Mencoba Mercedes C-Class

mencoba mercedes c-class

Kemarin, hari Sabtu 23 April 2016 saat temu dengan keluarga besar, kakak saya ada yang pakai mobil sedan asal Jerman, sebuah Mercedez Benz The New C-Class. Menurut info dari website resmi Mercedes Indonesia untuk passenger cars, The new C-Class Saloon adalah sedan paling compact dari seluruh line-up Mercedes di Indonesia saat ini. Saya di tawari untuk mengemudikan si C-Class dari kawasan sekitar Grand Indonesia ke Menteng, pulang pergi untuk ambil makan siang, kurang lebih 5 km an dengan kondisi jalanan yang lenggang hari Sabtu siang. Selama perjalanan si empunya mobil, duduk di sebelah saya untuk memberi informasi sepanjang jalan.

OK starting the engine.
Bentuk kunci mobil mirip dengan kunci mobil pada umumnya, hanya saja dia tidak punya gerigi, malah mirip USB stick. Kunci tersebut, sama pada mobil dengan anak kunci gerigi pada umumnya, harus di colokan pada lubang anak kunci di bawah setir sebelah kanan. Colok dan putar searah jarum jam. Si mobil tidak menganut sitem keyless yang dilenkgapi push to start sebagaimana mobil Jepang masa kini. Kunci harus diputar dengan menginjak rem, pastikan putar terus sampai mesin betul-betul menyala, mesin mobil tidak berbunyi dan mobil bisa dikatakan tidak bergetar, Salah satu indikator apakah mobil sudah menyala, adalah sedikit tekanan di pedal rem. Tanpa mesin menyala, setir tidak bisa berputar.


mercedes c-class key

OK, sekarang mesin sudah bisa menyala.
Selanjutnya atur posisi kursi dengan mengatur dari tombol-tombol di pintu sebelah kanan secara elektrik. Buttonnya mirip dengan siluet kursi dari samping, sangat intuitif dan mudah.

Next, masuk gigi.
Persneling ada di tuas kanan, jadi tuas yang pada mobil Jepang adalah posisi lampu sein jadi persneling. Pernah ada kejadian dimana waktu saya mau kasih sein, ternyata yag saya naikan adalah tuas di kanan, dan gigi pun masuk ke posisi “N” mobil hilang tenaga. Indikator gigi ada di dashboard dengan jelas. Untuk memasukan gigi “P”, tekan si tuas, aneh bener. Posisi tuas sein, pindah ke tuas sebelah kiri, aneh bener.

Next, lepas parking brake
Posisi parking brake, pindah menjadi pencetan di bawah dashboard sebelah kanan. Mirip posisi membuka kap mesin seperti pada mobil-mobil Jepang.

C-Class yang saya coba, tidak mempunyai kamera mundur, sebagai pembantu ada indikator di kaca belakang, berupa lampu-deretan lampu-lampu orange di kiri dan kanan, yang akan menjadi warna merah ketika ada halangan.

Yang terakhir yang juga perlu diketahui adalah, ground clearance mobil ini rendah, karena ada spoiler depan. Sehingga untuk tanjakan dan ramp curam, di anjurkan agar mundur. Juga ketika melewati polisi tidur ataupun lubang-lubang hati-hati jangan hajar-hajar saja.

OK, gitu saja, sisanya mobilnya cukup responsif, nyaman, walaupun terasa seperti membawa bantal di sekliling karena mobil rasanya tebal, tapi handlingnya termasuk lincah kalau dibanding dengan ukurannya. Suspensi tidak soft, hampir keras, walau tidak sekeras mobil-mobil hatchback.

Ya mobil bagus lah, namanya juga Mercedes. (Saranto)


Silahkan bersilaturahim dengan saya melalui channel media lainnya:
Hosting Supported by: Serverumat.Com
Web Blog : http://elangjalanan.net
Other Blog : http://elang.otojurnalisme.com
Email : staffti[at]gmail.com
Facebook : https://www.facebook.com/elangjalanannet/
Twitter : @yahmawan
Instagram: @endrikelang
Subscribe Youtube: https://www.youtube.com/ElangJalanan

Advertisements

4 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*