Prosedur Defensive Riding #4 Prosedur Berhenti di Lampu Merah

Prosedur Berhenti di Lampu Merah
Pic: Ridertua.com

Assalamualaikum sobat biker, kita lanjut artikel serial defensive riding dalam tematik prosedur antisipasi di jalan terkait keselamatan berkendara. Salah satunya lampu merah, bagaimana kita menyikapi lampu merah selama ini? Zona ini adalah salah satu medan yang menjadi sentral tempat kesemrawutan terjadi di jalan raya. Bagaimana menyikapi lampu merah di jalanan, ketemu lampu kuning misalnya, apa yang sobat pikirkan? Nah artikel ini akan sedikit mengulas tentang prilaku antisipasi saat menghadapi lampu merah.

Ketika bertemu lampu merah, prosedur standar yang harus dilakukan adalah mengurangi kecepatan menuju berhenti. Jangan lupa sebelum memutuskan mengurangi kecepatan lakukan dulu prosedur cek spion untuk antisipasi bahaya yang datang dari arah belakang kita. Karena sering Elang ulang-ulang mengenai ini, bisa jadi saat kita memutuskan mengerem, di belakang kita sebelumnya ada kendaraan lain yang iring-iringan dengan kecepatan yang sama dengan kita, dan hasilnya kita merasa aman telah berhenti di lampu merah, tapi marabahaya langsung datang menabrak dari arah belakang. Maka dari itu jangan lupa untuk selalu memprioritaskan cek kaca spion terlebih dahulu sebelum melakukan manuver apapun.

Selain lampu hijau, yang harus dilakukan adalah berhenti atau segera mengurangi kecepatan. Banyak pengendara begitu melihat lampu kuning menuju merah yang dilakukan adalah gas pol, aji mumpung, aji tanggung. Kalau saja kita punya pandangan jauh kedepan, gak akan ada istilah aji tanggung saat di lampu kuning. Lampu kuning ya artinya perintah untuk mulai kurangi kecepatan dan bersiap-siap berhenti.

Nah sekali lagi Elang tekankan disini, kadang mengurangi kecepatan saat berada di lampu kuning bisa mengundang bahaya dari arah belakang, disinilah gunanya prosedur cek kaca spion sebelum mengurangi kecepatan, jika terlihat ada bahaya di belakang kita bisa mengambil keputusan untuk menghindar dan memberikan jalan kendaraan yang gak sabaran menerobos lampu kuning.


Prosedur berhenti pun biasakan yang turun adalah kaki kiri dengan kaki kanan tetap standby di footstep. Untuk posisi berhenti ketika sendirian, biasakan tarik/tekan tuas rem agar keberadaan kendaraan kita terlihat dari belakang, ini tips tambahan dari kang @andaru.pratomo

Memang untuk merubah lalu lintas menjadi tertib itu tidak mudah, namun yang paling mudah adalah merubah mulai dari diri sendiri. Awal-awal berubah menjadi benar dan lebih tertib ditengah-tengah kesemrawutan jalan memang akan terlihat aneh, tapi kalau sudah terbiasa tertib dan aman berlalu lintas, insyaallah kemanapun sobat bepergian, akan merasakan namanya kenikmatan berkendara.

Semoga bermanfaat.


Silahkan bersilaturahim dengan saya melalui channel media lainnya:
Hosting Supported by: Serverumat.Com
Web Blog : http://elangjalanan.net
Other Blog : http://elang.otojurnalisme.com
Email : staffti[at]gmail.com
Facebook : https://www.facebook.com/elangjalanannet/
Twitter : @yahmawan
Instagram: @endrikelang
Subscribe Youtube:
Defensive Rider

Advertisements

3 comments

  1. Kalau untuk berhenti di lampu merah berarti posisi gigi juga harus netral ya mas? bukan masuk gigi satu dan tekan kopling….

  2. Prosedur berhenti pun biasakan yang turun adalah kaki kiri dengan kaki kanan tetap standby di footstep. Untuk posisi berhenti ketika sendirian, biasakan tarik/tekan tuas rem agar keberadaan kendaraan kita terlihat dari belakang, ini tips tambahan dari kang @andaru.pratomo ……. nice tip’s kang ..akan saya coba praktekkan …dengan menekan tuas rem otomatis memang nyala lampu rem akan semakin terang ..yang belakang otomatis jua lebih bisa “melihat” kita yang sedang berhenti memang … =)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *