Masih belum dikatakan “keren” jika bawa motornya masih seperti ini

Jari tidak standby di rem depan

Halo Biker, don’t judge a book by its cover menjadi pembuka untuk tulisan ini. Judul dalam tulisan ini mungkin bagi sobat yang baru pertama berkunjung di blog ini akan terasa aneh dan penasaran, namun bagi sobat yang sudah kenal blog ini lebih lama akan sedikit mengerti maksud tujuan tulisan ini 🙂 Ya gak jauh-jauh dari pesan keselamatan berkendara. Sudah cukup banyak tulisan-tulisan sebelum ini yang Elang sampaikan di blog, semata-mata agar pembaca warung mendapat sedikit pencerahan dan referensi baru tentang teknik berkendara yang benar. Nah via tulisan khusus ini Elang kembali seperti mengulang dengan satu harapan, “bisa merubah 1 point ini saja sudah bersyukur gak usah semuanya”, syukur-syukur point-point lainnya nantinya bisa ikut berubah seiring kitanya mau terus belajar.

Baca SelengkapnyaMasih belum dikatakan “keren” jika bawa motornya masih seperti ini

Jawaban tentang kontra kenapa jari tidak boleh standby di rem depan

Jari Standby di Rem Depan

Ketika diberi referensi jari tangan jangan standby di rem depan dan pembiasaan mengerem dengan 2 jari, di artikel terdahulu ternyata banyak kontranya, salah satunya yang Elang share di salah satu group FB. Banyak yang berkomentar justru kalau di jalanan Indonesia teori itu gak kepake, karena kalau gak standby gak akan sempat ngerem kalau ada bahaya ‘tiba-tiba muncul’ di depan. Emak-emak belok ‘tiba-tiba’, angkot berhenti ‘mendadak’, motor keluar gang ‘tiba-tiba’, kalau gak standby dari awal, justru akan celaka karena terlambat sekian milidetik menarik tuas rem. Apakah benar demikian?

Baca SelengkapnyaJawaban tentang kontra kenapa jari tidak boleh standby di rem depan

%d blogger menyukai ini: