Beranda Opini Semua akan matic pada akhirnya, Elang mulai percaya itu

Semua akan matic pada akhirnya, Elang mulai percaya itu

8
Semua akan matic pada akhirnya
Semua akan matic pada akhirnya

ElangJalanan.NET – Bismillah, halo sobat pembaca gimana kabarnya hari ini. Semoga tetap sehat selalu dan lancar segala aktivitasnya. Di sela waktu lowong dari aktivitas rutin Elang coba sempatkan menulis kembali.

Sesuai judul, sobat pasti sering mendengar ungkapan ini. Eskalasi biker apapun motornya sejak dari muda hingga tergolong usia mapan, maka pada akhirnya akan jadi pengguna motor matic.

Awalnya sih bagi Elang kedengarannya agak kurang percaya, karena bagi Elang pribadi sampai tua pun maunya riding pakai motor kopling alias manual transmisi. Tapi apa mau dikata, takdir berkata lain Elang justru malah switch jadi pengguna matic kurang lebih 10 bulan terakhir ini.

Mini Touring MX Strada di Suzuki Bike Meet Cibodas

Dari pengalaman berkendara dengan motor matic, Elang pun mulai percaya dengan ungkapan itu. Apa sebab? Yuk kita kupas sedikit mendalam kalau ungkapan “semua akan matic pada akhirnya” adalah benar.

Nampaknya jika berbicara motor digunakan sebagai sarana transportasi harian maupun perjalanan jauh. Semua kebutuhan perjalanan sudah terakomodir secara lengkap oleh sebuah motor matic. Tawaran fitur bagasi luas, kepraktisan penggunaan tinggal gas rem doank dan tenaga yang cukup ini menjadi alasan motor matic lebih disukai ketimbang motor manual.

Dalam perjalanan, kamu pasti butuh yang namanya bagasi luas untuk penyimpanan barang-barang bawaan sehingga riding gak perlu terganggu bawaan barang yang membebani punggung.

Berbicara tenaga, matic-matic 150cc sudah lebih dari cukup untuk mengakomodir perjalanan luar kota yang penuh tanjakan. Bahkan berbicara soal irit konsumsi bbm motor-motor matic sekarang sudah mampu mendekati motor manual.

Soal kepraktisan pemakaian ini relatif, Elang pribadi masih prefer berkendara dengan merasakan sensasi perpindahan gigi dengan tarik kopling. Tapi untuk kebanyakan orang mereka lebih nyaman naik motor tanpa kopling atau manual, karena lebih capek narik kopling khususnya di jalanan macet.

Maka dari alasan ini gak heran di jalanan pengguna motor matic semakin dominan dibanding motor manual. Mereka yang sebelumnya pengguna sport 150cc beralih ke motor matic 150cc, soal tenaga bisa diandalkan malah dapet yang lebih performanya.

Mereka yang biasa main sport 250cc, beralih ke big scooter 250cc. Harian bisa touring apalagi. Bahkan pengguna moge pun banyak yang beralih ke scoter 250cc.

Lalu gimana kans motor manual/sport kalau begitu?

Menurut Elang porsi motor sport atau manual kini lebih ke segmented sebagai motor hobi. Mereka yang hobi track day atau offroad akan pilih motor manual yang gak bisa tergantikan dengan motor matic. Sensasi tarikan kopling dan berakselerasi motor manual akan lebih terasa saat digunakan di sirkuit atau medan offroad.

Last jika kembali ke soal kebutuhan transportasi harian ataupun touring, maka Elang percaya bahwa motor matic 150cc ke atas menjadi pilihan tepat dengan berbagai kelebihan fitur dan kepraktisan pemakaian. Kenyamanan di motor matic juga menjadi nilai lebih yang patut dipertimbangkan.

So ungkapan semua akan matic pada akhirnya bukanlah karena faktor umur menurut Elang, melainkan kelebihan dan kenyamanan yang ditawarkan motor ini lebih worth untuk dipakai sebagai sarana transportasi harian maupun touring.

How about you?

Silahkan bersilaturahim dengan saya melalui channel media lainnya:
Hosting Supported by: Serverumat.Com
Web Blog : http://elangjalanan.net
Otomotif Blog (SEO Optimized) : http://elang.otojurnalisme.com
Email : staffti[at]gmail.com
Facebook : https://www.facebook.com/elangjalanannet/
Twitter : @yahmawan
Instagram: @endrikelang
Subscribe Youtube: https://www.youtube.com/ElangJalanan

8 KOMENTAR

  1. maaf kalo agak ngelantur sedikit nih mas hehehe..

    kalo bicara ruang lingkup yg lebih luas lagi mas, sebenernya tren ini gak hanya masalah dari motor sport/bebek pindah ke skuter matik. Tapi nanti nya semua kendaraan akan berubah menjadi matik.

    ini udh terjadi di mobil, bahkan saya baca udh jadi peraturan resmi di eropa, mobil baru (merk eropa) nanti tidak ada manual.

    dan juga ada pergeseran pelan2 ke arah EV, yg cuma pakai single gear, nanti nya motor pun (semua jenis) akan jadi matik, dalam hal EV jadi single gear transmision atau 1 transmisi saja

    • Bener juga.
      Apalagi sekarang matic Eropa udah disesain lebih hemat bbm daripada manual.
      Mungkin 10 tahun yang akan datang mobil produksi Indonesia Matic Semua.
      Yang perlu diperhatikan, Oli Transmisi Matic harus rajin dikuras, bukan ganti karena kalau ganti berarti sisa oli lama masih ada ditransmisi. Kalau dimotor matic lebih dikenal Oli Gardan.

      Kuras Oli Gardan biaya nya 50-100rb tergantung motor. Dilakukan tiap 5000-8000 km.
      Kuras Oli Transmisi mobil jepang 600rb sampai 1 juta. Dilakukan tiap 25.000 km.
      Kuras Oli Transmisi mobil Eropa 4-6 juta. Dilakukan tiap 40.000 km.

      Terlihat mahal ya….
      Tapi itu mending daripada perbaikan kerusakan.

  2. ….knapa tren di asia terutama tenggara (moped) tdk seperti indonesia yg matic, krn mereka lbh bijak biaya maintenance matic dan operasional lbh mahal krn eff pemindah daya yg tdk effesien …….matic itu eff hanya 2 thn pertama …..selebihnya boros bbm dan mahal operasional maintenence…..coba riset cost setelah 2 thn pertama hingga 5 tahun …..matic tdk bersaing dlm eff pemindah daya mesin ke roda blkng (utk motor)……

    • Menarik, do’akan saya bisa riset soal ini untuk penggunaan motor matic sebagai kendaraan harian setelah 2 tahun ke atas 🙏

  3. Rada benernya juga sih mas … so far saya sudah usia 41 an masih pake motor ninja RR di mana temen2 saya rata2 pada matic semua (minimal bebek) …. pegel, ngga praktis, susah bawa barang, boros masih bisa di terima atas dasar Hoby …. tapi untuk penggunaan secara umum,(Praktis, bagasi luas, ngga pegel gonta ganti kopling) sepertinya metic lebih realistis untuk kehiduan sehari2 … cuma saya pernah dengar motor bebek … lebih irit bensin_nya (supra, revo, sejenisnya) & lebih murah biaya maintenancenya yah mas dibanding motor matic (misalnya kalaw rusak – ganti2 parts/servis besar) ? benarkah itu … tertarik jua buat daily use (ngga ribet & murah) … sementara kalaw ninja lebih buat hobby saja / sabtu-minggu …. salam brotherhood mas Elang … =)

    • Iya betul. Temen saya buat kerja mending pake bebek kaya supra revo karena biaya servis murahnya gak ada yang ngalahin dan iritnya sama kaya matic jaman now cuma blm bisa karena dia punya 5 motor di Kartu Keluarga dia, jadi kalo seandainya dia beli supra pajaknya gak nahan, pajak supra + pajak progresif >> 105rb + 500rb(Motor ke-6) = 650rb.

  4. sangat menyedihkan klo memang semua pabrikan beralih ke matic apalagi ke listrik. 😦 nanti semua motogp f1 pakenya matic atau listrik bahkan ga ada pembalapnya karena malah pake robot. sungguh membosankan. 😦

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here