Perlukah CBS di Honda ADV 150 dimatikan?

Perlukah CBS di Honda ADV 150 dimatikan?

ElangJalanan.NET – Assalamu’alaikum sobat biker, pagi-pagi mata Elang terfokus ke sebuah notifikasi di salah satu group facebook Honda ADV 150. Setelah diklik ada pertanyaan menggelitik dari salah satu member yang menanyakan apakah fitur CBS di ADV 150 bisa dimatikan?
Sebelum ini, khususnya sebelum era New PCX lokal, memang di kalangan konsumen Honda, fitur CBS ini dianggap dan dijadikan kambing hitam dari berbagai kecelakaan yang dialami biker, mulai dari cerita ndelosor di tikungan karena ngerem, rem blong di turunan, atau rem depan ngunci padahal hanya bejek rem belakang.

CBS di Honda ADV 150 dimatikan

Untuk hal ini Elang tertarik untuk mengulas artikel khusus ini sebagai penambah wawasan sekaligus jawaban atas pertanyaan umum, apakah cbs di ADV atau PCX perlu dimatikan?

Insinyur Honda tentunya terus mendevelop teknologi piranti pengereman di motor harian Honda dengan tujuan untuk semakin memudahkan penggunanya melakukan pengereman terutama untuk orang awam. Di kaidah safety riding yang peruntukannya untuk cari aman di jalan, teknik pengereman yang benar adalah menggunakan rem depan belakang secara bersamaan. Nah bagi user awam dengan adanya fitur CBS ini maka kondisi ideal rem depan belakang dilakukan secara bersamaan akan selalu terjadi.

Lalu pertanyaannya, kenapa banyak cerita justru kehadiran CBS di skutik-skutik kecil Honda selalu jadi biang kerok ketika terjadi kecelakaan di jalan?

Kembali ke cara kerja dari CBS Honda kita perlu tau dulu cara kerjanya. CBS akan bekerja ketika handle rem belakang ditekan, penekanan ini akan memberi porsi kerja rem belakang sebesar 70% dan rem depan hanya 30%. Jadi dalam kondisi normal saat belum terjadi keausan kanvas, jika rem belakang dibejek habis, rem depan tidak akan sampai ngunci.

Tapi cerita akan berbeda ketika kanvas teromol belakang skutik Honda lupa dimaintain. Saat kanvas belakang habis, maka jarak main handle rem belakang dipastikan akan semakin dalam. Ingat komposisi CBS tadi dimana depan 30% belakang 70%. Ketika handle rem belakang jarak mainnya berubah semakin dalam, tanpa disadari porsi tuas CBS menekan rem depan bukan lagi 30%, bisa jadi 50% atau malah 70%, nah loh.

Ingat ya mekanisme CBS di skutik seperti Vario atau BeAT itu masih berupa kawat. Menyadari hal ini jika sobat sedang service dan belum ada budget ganti kanvas belakang yang habis, mintalah mekanik untuk kalibrasi kembali setelan CBS di motornya agar porsi pengereman tetap ideal 30:70.

Perlukah CBS di Honda ADV 150 dimatikan

Nah sekarang kembali ke judul artikel, bagaimana dengan fitur CBS di Honda ADV atau PCX, apakah perlu dimatikan?

Elang akan jawab dengan memberikan gambaran baru untuk kedua motor ini. Fyi, karena kedua skutik ini sudah menerapkan rear disk brake, maka untuk fitur CBS tidak lagi konvensional mengggunakan kawat, melainkan sudah full hidrolik. Bisa sobat temukan sistem CBS terbaru Honda ini dari kaliper depan yang sudah menganut 3 piston.

CBS di Honda ADV 150 dimatikan

Piston 1 dan 2 berada di ujung kaliper seperti gambar di bawah, piston 3 yang berukuran lebih kecil berada di tengah-tengah. Kemudian bisa sobat perhatikan selang rem yang menuju kaliper ada 2, satu selang adalah untuk menekan piston 1 dan 2 ketika rem depan ditarik, sementara selang kedua untuk menekan piston nomor 3 ketika handle rem belakang ditarik.

Dari sini sudah cukup jelas ketika CBS bekerja, hanya piston 3 yang berukuran kecil menekan disk depan. Sementara porsi pengereman CBS tetap sama 30% depan dan 70% belakang.

CBS di Honda ADV 150 dimatikan

Dengan sistem CBS full hydraulic ini dalam praktiknya akan lebih aman dari fenomena rem depan tertekan secara berlebihan. Jadi inilah jawaban Elang untuk pertanyaan apakah perlu fitur CBS di ADV 150 dimatikan? Jawabannya TIDAK PERLU sob.

Lalu ada lagi fenomena rem ngeloyor di turunan panjang, ini cara mengatasinya gimana? Untuk menghindari rem motor matic blong ketika disiksa dengan turunan panjang, ada dua hal yang bisa sobat lakukan.

Pertama gunakan pengereman depan dan belakang secara bersamaan, kalau bisa pengereman jangan konstan dalam waktu yang terlalu lama agar rem tidak cepat panas, usahakan buka tutup seperti dipompa.

Kurangi kecepatan motor dengan bantuan engine brake buatan. Motor matic memang tidak memiliki engine brake seperti di motor-motor manual, namun bukan berarti tidak ada sama sekali. Caranya adalah ketika motor sudah direm terasa masih ngeloyor, coba sentak sesaat throttle gas, maka kopling akan membuka dan nyangkut di mangkok CVT, sehingga ada sensasi engine brake dan akan sedikit membantu di turunan panjang.

Baca juga artikel pilihan ElangJalanan.NET

  1. Masih belum dikatakan “keren” jika bawa motornya masih seperti ini
  2. Catatan Perpanjang STNK 5 tahun dan Ganti Plat di SAMSAT Jakarta Timur
  3. Review Ban Corsa Platinum R99, memang ajib buat cornering
  4. Apresiasi untuk bengkel resmi yang buka hari Minggu
  5. Masih bingung dengan aki kering New Jupiter MX, awet bener..
  6. Cairan Anti Bocor di Ban Tubeless? Lebih baik enggak deh..
  7. Jawaban tentang kontra kenapa jari tidak boleh standby di rem depan
  8. Pilih-pilih Oli Buat Jupiter MX
  9. Mencoba belanja ban di PROBAN Motoparts, harganya lebih murah dari sebelah ternyata
  10. Biaya Service Fuel Injection Yamaha
Silahkan bersilaturahim dengan saya melalui channel media lainnya:
Hosting Supported by: Serverumat.Com
Web Blog : http://elangjalanan.net
Other Blog : http://elang.otojurnalisme.com
Email : staffti[at]gmail.com
Facebook : https://www.facebook.com/elangjalanannet/
Twitter : @yahmawan
Instagram: @endrikelang
Subscribe Youtube: https://www.youtube.com/ElangJalanan

Tinggalkan komentar

%d blogger menyukai ini: