Mencoba berbagai mobil GRAB CAR

Grab Car Pajero Sport

Menggunakan Grab, saya jadi tahu bagaimana rasanya menjadi penumpang di berbagai mobil. Paling tidak saya bisa tahu seberapa mudah atau sulitnya keluar masuk mobil, bagaimana leg room, head room, posisi duduk sebagai penumpang. Beberapa mobil yang pernah saya coba adalah Toyota Avanza, Ertiga, Nissan Livina, Datsun GO, APV dan yang termahal sebagai Grab Car yang saya coba adalah Mitsubishi Pajero.

Dari mobil-mobil yang saya sebutkan di atas, yang ruangannya paling lega adalah APV, kalau saya duduk di kursi tengah 🙂 Sementara yang paling tidak enak adalah Pajero, jika duduk di belakang akan sangat sulit keluar masuk,karena harus melipat kursi tengah, posisi duduk pun mendongak ke atas, betul-betul tidak enak untuk orang dewasa. Melipat kursi tengah pun bukan pekerjaan mudah, kursinya berat, handlenya keras. Saya juga pernah duduk di kursi belakang Ertiga, ternyata Ertiga punya kursi tengah yang bisa di maju mundurkan jadi lebih mudah untuk keluar masuk.

Grab Car Suzuki APV

Dari semua mobil Grab yang paling sederhana adalah Datsun GO, tape mobilnya pun tanpa display, walau memang ini mobil LCGC, tapi rasanya untuk tape bolehlah paling tidak dipilihkan model yang punya display. Kursi pengemudi pun antara sandaran kepala dan bagian punggung menyatu, mungkin untuk menekan biaya, bagi penumpang, soal tape dan kursi tidak masalah. Kondisi perjalanan dalam kota, sebetulnya Datsun GO masih OK.

Grab Car Datsun GO

Driver Pajero adalah seorang wanita cantik yang masih kuliah, dia menjadi pengemudi grab car dengan temannya yang menjadi asisten juga cantik, duduk di kursi navigator samping supir. Ketika saya tanya, mbak ini nggak tekor bensinnya? Mereka bilang nggak, ini kan diesel, hmmm… mungkin masih masuk hitungan secara bensin, tapi harga mobilnya sendiri nggak nguber ya, lebih menguntungkan kalau menggunakan Avanza atau APV. (Saranto)


Silahkan bersilaturahim dengan saya melalui channel media lainnya:
Hosting Supported by: Serverumat.Com
Web Blog : http://elangjalanan.net
Other Blog : http://elang.otojurnalisme.com
Email : staffti[at]gmail.com
Facebook : https://www.facebook.com/elangjalanannet/
Twitter : @yahmawan
Instagram: @endrikelang
Subscribe Youtube: https://www.youtube.com/ElangJalanan

6 Komentar

  1. Sementara dengan Grab Car, tarif dihitung per-kilometer, tidak terpengaruh dengan macetnya jalan. Sebelum naik, kita diberi kisaran tarif. Setelah sampai di tujuan pun, tarif tidak banyak berubah, dan driver tidak meminta uang lebih.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*